Archive for November, 2006

The Most Romantic Story

Thursday, November 30th, 2006

Cerita atau film romantis apa yang pernah anda dengar, baca atau nonton? Romeo and Juliet, Titanic, atau Meteor Garden?

Cerita sepanjang masa seperti Romeo dan Juliet menceritakan pengorbanan sampai mati. Cerita romantis cinderlela tentang gadis miskin yang mendapatkan hati seorang pangeran dan dibawa ke istananya. Meteor Garden juga demikian, gadis biasa-biasa saja mendapatkan hati seorang pemuda kaya.

Terkadang kita terbawa dengan cerita romantis. Ada yang berkhayal ada gak ya pangeran yang seperti itu? Ada yang berkata, ah, itu cuman cerita dongeng saja!

Tapi, taukah kita, kalau hal itu sudah terjadi buat kita dan bukan cerita dongeng saja? kalau kita bertanya-tanya.. memangnya ada orang yang mau mati buat saya karena mencintai saya? Jawabannya ada! Apakah ada pengeran kaya yang mencintai saya, menerima saya apa adanya? Jawabannya ada. Dia bukan saja pangeran kaya yang memiliki kastil tapi dia memiliki segala yang ada di bumi. Dia adalah Yesus, yang rela mati bagi kita di kayu salib, menanggung semua kelemahan dan dosa kita agar kita bebas, agar kita dipulihkan dan bisa bersama-sama dengan Dia, memerintah bersama-sama dengan Dia..

Well, menurut saya ini adalah cerita paling romantis nyata yang pernah ada. J

Pasti Terjadi

Tuesday, November 28th, 2006

Ada waktunya ketika kita begitu percaya akan suatu keajaiban..

Kita berdoa dengan penuh semangat..

Akan tetapi ketika hal yang kita doakan belum juga terjadi

Kadang kita menjadi lemah

Ada kalanya keajaiban terjadi dengan perlahan

Terjadi seperti memutar kemudi sebuah kapal yang besar

Walaupun terasa lambat, tapi pasti terjadi

Jangan pernah berhenti berdoa

Jangan pernah berhenti berharap

Bertekunlah

Untuk sesuatu yang indah ada didepan mata yang Tuhan sediakan

Karena keajaban pasti terjadi..

I believe in You

Tuesday, November 14th, 2006

Disaat kutakberdaya

KuasaMu yang sempurna

Ketika kuberdoa

Mukjizat itu nyata

Bukan karena kekuatan

Naman RohMu ya Tuhan

Ketika kupercaya

Mukjizat itu nyata

Cerita tentang seorang kakek, cucunya dan keledai yang baru dibeli

Monday, November 13th, 2006

            Seorang kakek dan seorang cucu baru saja membeli seeokor keledai. Dalam perjalanan pulang, si cucu menaiki keledai tersebut dan si kakek yang menarik keledai. Melihat itu, beberapa orang di jalan memberikan komentar, “cucu tidak tau diri, masa kakek tua di suruh menarik keledai”. Mendengar itu, maka si cucu turun dari keledai dan si kakek yang menaiki keledai dan mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka.

             Dalam perjalanan, orang-orang mulai mengomentari mereka lagi, “kakek tidak tau diri, masa cucu yang masih kecil disuruh menarik keledai.” Bingung, mereka berdua memutuskan untuk menaiki keledai.

            Akan tetapi kemudian mereka dikomentari lagi, “wah, kakek dan cucu tidak tau diri, keledai satu dinaiki dua orang.” Mendengar itu, mereka akhirnya turun dari keledai itu dan memutuskan untuk memikul keledai itu.

            Melihat kakek dan cucu memikul keledai, orang-orang ramai mengomentari, “Wah bodoh sekali kakek dan cucu itu! masa keledai dipikul?.” Akhirnya kakek dan cucu itu benar-benar bingung dan meninggalkan keledai itu di tengah jalan dan pulang tanpa keledai yang baru mereka beli tersebut. L

            Cerita di atas adalah ilustrasi dari orang yang begitu peduli dengan apa kata orang. Segala sesuatu menjadi salah bahkan membuat mereka melakukan hal-hal yang merugikan diri mereka sendiri.

            Begitu pula dengan kita. hal tersebut bisa saja terjadi kalau kita selalu menuruti apa kata orang. Ingin menyenangkan semua orang. Ada satu istilah yang pernah saya dengar untuk itu adalah “orang lain yang kenyang anda yang bayar tagihannya.”

            Yang perlu kita fokuskan dalam hidup ini adalah menyenangkan hati Tuhan sehingga kita bisa merasa aman dengan apa yang kita lakukan, ya gak?

            Btw, sulit loh menyenangkan hati semua orang hehe.. ..

Senang liat orang susah, susah liat orang senang?

Thursday, November 9th, 2006

“Susah liat orang lain senang, senang liat orang lain susah”. “Tanya kenapa?”

Iklan rokok yang sempat saya liat di TV ini emang keliatannya lucu, tapi ya memang kenyataannya sering terjadi begitu. Sangat mudah untuk senang ketika orang lain susah dan senang melihat orang lain susah. Akan tetapi kalau bener itu terjadi di dalam diri kita, berarti ada yang salah.

Menurut saya hal ini mungkin saja terjadi karena kita tidak merasa aman dengan diri kita, kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain.

Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, kecenderungan hati kita adalah kita tidak senang ketika orang lain mendapatkan keberuntungan karena itu akan menyebabkan kita kelihatan lebih kecil dari dia, dan kalau dia mendapatkan musibah kita akan senang karena itu akan membuat dia kelihatan lebih kecil dari kita.

Kalau sudah begitu, kita tidak bisa memenuhi Firman Tuhan agar kita bersukacita bersama dengan orang yang bersukacita dan menangis bersama dengan orang yang menangis donk? (makanya merasa aman dengan diri sendiri itu penting sekali lo)

Itu salah satu jawaban saya setelah saya bertanya mengapa. =P Bagaimana dengan jawaban/pendapat saudara? :)

Masih jadi Prioritas?

Saturday, November 4th, 2006

            Baru saja saya membaca blog sahabat saya, Ayling. Di blognya ditulis bagaimana seorang yang begitu sibuk dengan kerjaannya setiap hari sehingga melupakan waktu berdoa dan baca firman. Ketika dia mati dan namanya dicari di buku kehidupan, namanya tidak ditemukan disana. Hal ini terjadi karena Tuhan terlalu sibuk sehingga tidak menuliskan namanya disana

            Mungkin cerita ini hanya fiktif belaka dan alasan kenapa nama seseorang tidak ditulis di buku kehidupan bukanlah Karena Tuhan terlalu sibuk. Akan tetapi hal ini mengingatkan kita bahwa sibuk bukanlah alasan untuk tidak saat teduh.

            Saya pernah baca, dari cara kita menggunakan waktu dan uang kita, dapat dilihat apa prioritas kita sesungguhnya.

            Kalau kita akan bertemu dengan orang yang penting mungkin sekali kita akan menuliskannya dalam agenda kita atau bahkan mengaktifkan reminder kita agar kita tidak lupa

            How about God? Doesn’t He deserve to have our time? Bukankah Dia pribadi paling penting? Atau Dia tidak lagi penting bagi kita? kita bisa jawab sendiri deh J

No honesty no trust

Friday, November 3rd, 2006

            Pada post sebelumnya saya menuliskan bahwa kejujuran saja tidak cukup. Kali ini saya ingin membahas sedikit mengenai kejujuran.

           Even kejujuran saja tidak cukup, akan tetapi kejujuran adalah hal yang sangat krusial.

           Bayangkan anda menjadi boss suatu perusahaan. Apakah anda tidak akan was-was kalau mempekerjakan seorang yang bertalenta serba bisa namun tidak jujur? Apakah anda akan mengadalkan dia mengerjakan perkerjaan-perkerjaan tertentu selama anda tidak ada di tempat? Saya rasa tidak. Mungkin anda akan mempekerjakan dia namun dalam pengawasan yang ketat atau bahkan kalau anda tidak mau membuang-buang energi untuk selalu menjagai dia, anda memilih untuk tidak mempekerjakan dia.

           Atau anda adalah costumer suatu toko. Suatu hari anda menemukan kalau toko ini selalu memberikan kurang dari yang anda beli, even pelayanannya seramah apapun, rasanya anda tidak akan terus menerus membeli di toko tersebut.

          Kejujuran adalah hal yang mendasar dari trust. Tanpa kejujuran, tidak akan ada trust.entah sebagaimana hebatnya kita dalam bekerja.

          By the way… saya sedang membayangkan betapa indahnya negeri kita kalau kita semua terdiri dari orang-orang jujur, pekerja keras dan bertanggung jawab.:P